Dulu,
Dia
adalah sosok laki-laki yang menyayangiku
Setiap
hari, senyuman, keramahan dan keceriaan selalu menyelimuti keluargaku
Bahkan,
rumah kami sudah dianggap seperti rumahnya sendiri
Namun
sekarang, keadaan merubah semuanya.
Hubungan
kita berbeda 180 derajat
Tak
ada sapaan, senyuman dan keramahannya lagi dalam hidupku
Dia
seperti tak mengenalku lagi, mungkin malah menganggapku tak ada
Aku
rindu kehadirannya
Rindu
sentuhan hangatnya
Rindu
senyumannya
Rindu
kasih sayangnya
Tetapi,
jika memang ini adalah resiko atas kejadian 30 September 2011 lalu, aku akan
mencoba untuk menerima
Semoga
kamu selalu baik-baik disana.
Tuhan,
sebelum aku pergi, izinkan aku melihat senyumannya
Senyuman
yang membuat dunia ini ikut tersenyum
*N.I.
