Aku takut jika suatu saat nanti impian kita tidak diridhoi
oleh Allah atau keluarga kita. Hanya itu yang aku takutkan. Aku gak mau
melihatmu terpuruk lagi seperti beberapa tahun yang lalu. Cukuplah sudah rasa
sakit yang dulu itu. Jangan sampai kau mengalami hal yang sama.
Aku ingin melihatmu bahagia mblii, ya walaupun jika suatu
hari nanti yang menjadi alasan di balik senyumanmu itu bukan aku. Aku akan
merelakan.
Tapi perlu kau ketahui, kamu sangat berarti bagiku. Kamu
adalah alasan di balik senyumanku, kamu adalah penyemangatku.
Setiap perkataan/nasehat yang kau ucapkan, aku selalu
meng-iyakan, tanpa bantahan sedikitpun. Hatiku terpana dan terharu dengan
segala perhatianmu.
Kamu.
Kamu adalah cowok pertama yang berhasil meluluhkan hatiku.
Kamu adalah cowok pertama yang memberiku setangkai bunga
mawar jingga.
Kamu adalah cowok pertama yang melukis wajahku.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku berani mengatakan
“Aku sayang kamu”.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku berani untuk
mengirimkan emoticon-emoticon mesra.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku merasa nyaman berada
di dekatmu.
Kamu adalah cowok pertama yang berhasil membuatku terdiam
membisu ketika kau menanyakan perasaanku.
Kamu adalah cowok petama yang membuatku tersipu malu.
Kamu adalah cowok pertama yang memberiku cinta yang sangat
amat tulus.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku ingin selalu berada
di dekatmu.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku ingin merasakan
sentuhan tanganmu. Maaaff
Kamu adalah cowok pertama dalam banyak hal, dan aku berharap
kamu menjadi yang terakhir.
Pertama dan terakhir. <hope>
Tapi mungkinkah perjalanan asmaraku akan semulus seperti apa
yang aku inginkan selama ini? -_-
@Arsih