Welcome to My Blogger

Welcome to My Blogger. Enjot it!

Minggu, 20 April 2014

Pencuri Hati

“Aku tak mengerti apa yang ku rasa, rindu yang tak pernah begitu hebatnya..
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu, meski kau takkan pernah tahu..”

Dua bait lagu yang akhir-akhir ini sangat aku sukai. Atau bisa dibilang bait-bait  tersebut sedang menggambarkan hatiku. Maybe.
Mungkin rasa sayang ini benar-benar sudah tertanam kuat di hatiku. Dan hal ini baru pertama kalinya. Ya, aku memang terlalu takut untuk jatuh cinta, takut sakit hati, takut nantinya bisa merusak semangat hidupku & merusak masa depanku. Tetapi, hanya kepadanya lah hati ini bisa luluh. Bisa merasakan kesejukan, kenyamanan, dan kebahagiaan.
Dia memang tidak ganteng secara fisik, tetapi hatinya begitu ganteng. Hal itulah yang kemudian lambat laun membuatku bisa menoleh dan mendekatinya, padahal dia sudah cukup lama menunggu kedatanganku.
Perkenalan yang tidak disangka-sangka itu terjadi di akhir tahun 2010, hingga akhir tahun 2012 kemarin rasa sayang itu mulai tumbuh di dalam hatinya. Tetapi kala itu, aku sangat menolak dengan hadirnya perasaan yang tidak pernah aku sukai itu. Bagaimana mungkin sahabatku sendiri bisa menyukaiku?
Penolakan tersebut justru membuat hatinya kembali terluka untuk yang kedua kalinya. Sungguh begitu munafiknya aku saat itu. Aku tak memerdulikan keadaan hatinya. Seorang sahabat seharusnya memberikan support penuh kepada sahabatnya, tapi apa? Aku malah memberikan masalah besar kepadanya. Sahabat macam apa aku ini? Aku benar-benar tidak pantas menjadi sahabatnya.
Mendekati akhir tahun 2013, hati ini mulai luluh dan terbuka atas seluruh perhatian yang dia berikan. Bagaimana tidak? Hampir setiap hari dia mengeluarkan kata-kata gombal kepadaku, memberikan perhatian lebih hingga terkadang aku geleng-geleng sendiri atas sikapnya itu. Saat itu pula, aku berniat untuk pasrah, pasrah sepasrahnya. Menyerahkan hati ini secara suka rela kepadanya.
Sejak saat itu, aku merasa hidup ini begitu indah dengan berbagai warna  yang dia berikan kepadaku. Aku bahagia, aku senang, aku lebih ceria, aku lebih semangat lagi. Serasa mendapat setrum penyemangat. J
Hari berganti hari, rasa ini semakin subur saja. Ketika kerinduan datang menyergap, aku tak bisa berhenti membayangkannya. Tetapi rindu itu terkadang menyiksaku, dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Biarkan saja, lama-lama kerinduan itu juga akan berkurang dengan sendirinya. Just say, “imissyou”. No more.

Aku takut jika nantinya aku tidak bisa menjaganya, karena hal ini adalah pengalaman pertamaku. Aku belum mengenal karakterku sepenuhnya, terutama tentang asmara. Aku takut hatiku akan goyah dengan laki-laki di luar sana. Tetapi aku yakin, insyaallah aku bisa setia pada satu hati. Aku akan berusaha untuk menjaga perasaan ini untuknya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar