Ada sebuah ikatan
persahabatan yang sangat aku kagumi saat itu. Mereka sudah menjalin
persahabatan sejak SMK, namun saat itu mereka belum sedekat & seakrab saat
ini. Ketika masuk dunia perkuliahan, mereka dituntut untuk menjadi sepasang
sahabat, karena tinggal mereka lah yang tersisa
di antara temen-teman seperjuangannya. Teman lainnya sudah memutuskan
untuk menuntut ilmu di berbagai daerah.
Nayla yang berasal dari Bali
& Zizi yang berasal dari Semarang memiliki beberapa karakter yang berbeda,
tetapi mereka dapat mengatasi itu semua dengan baik. Perbedaan tersebut justru
memperkuat ikatan persahabatan yang telah terjalin.
Kota Semarang lah yang
menjadi tempat persinggahan mereka untuk menuntut ilmu. Di Kota itu mereka
menjalani segala aktifitas dengan senang hati. Namun, dalam beberapa waktu,
mereka merindukan kehadiran teman-teman
seperjuangannya selama SMK. Rindu celotehan mereka semua. Hingga, saat
momen-momen tertentu mereka mengadakan reuni SMK. Melepas rindu yang telah
memuncak.
Teman-teman Nayla & Zizi
sudah mengetahui kalau sejak kuliah mereka berdua sudah sangat dekat. Bahkan
ketika diadakan reunian, salah satu di antara mereka berdua tidak datang, maka yang
satunya juga tidak akan datang. Yah, saya masih ingat kala itu Zizi tidak bisa
hadir renuian dalam rangka liburan kuliah. Maka saat itu pula Nayla memutuskan
untuk tidak ikut reunian bersama teman-teman lainnya. Bisa dikatakan,
persahabatan Nayla & Zizi sudah terjalin kuat saat itu. Bahkan ketika
mereka sedang suntuk, bored, dan galau dengan segala rutinitas yang ada,
mereka sering kabur ke kost atau refreshing ke beberapa tempat yang indah
ketika malam hari. Aku sangat iri dengan persahabatan mereka.
Oya, saya lupa menceritakan
kalau Nayla & Zizi itu tinggal di sebuah asrama mahasiswa di Semarang.
Asrama yang cukup besar. Saat tahun ajaran baru, ada beberapa orang yang masuk
& dekat dengan Nayla & Zizi. Maka bertambahlah personil mereka menjadi
8 orang, dan hal itu justru membuat persahabatan mereka semakin berwarna. Sungguh
indah.
Lambat laun, beberapa di
antara mereka pergi dari asrama. Mereka
sudah menyelesaikan studinya, hingga tinggal 4 orang yang tersisa. Tetapi
mereka tetap bahagia, yah walaupun teman-temannya sudah tidak seasrama lagi.
Dari 4 orang yang tersisa itu namanya Nayla, Zizi, Sinta, dan Angel. Nayla
lebih dekat denga Zizi, dan Sinta lebih dekat dengan Angel.
Beberapa bulan kemudian,
terjadi suasana yang tidak nyaman di antara mereka berempat. Zizi & Angel
merasakan Nayla & Sinta sudah tidak seperti dulu lagi. Nayla & Sinta
sering pergi berdua saja, tanpa mengajak Zizi & Angel. Bahkan ketika berada
di dalam asrama, Nayla & Sinta sering mengacuhkan Zizi & Angel. “Apa
salah kami? Kenapa kalian menjauhi kami?”, pikir Zizi & Angel. Seringkali
pertanyaan itu terlintas di benak mereka.
Introspeksi. Ya, satu kata
itu yang harus Zizi & Angel lakukan. Mungkin mereka berdua lah yang salah.
mungkin mereka telah melakukan kesalahan yang membuat Nayla & Sinta sakit
hati. Sejak kejadian itu, Zizi & Angel memutuskan untuk lebih berhati-hati
dengan Nayla & Sinta. Tetapi Zizi & Angel juga terus melakukan
pengamatan. Dan mereka berdua telah menemukan satu kesimpulan. Mereka berempat
memiliki selera yang berbeda. Nayla & Zizi yang dulunya sangat dekat, dan
dapat mengatasi perbedaan di antara mereka, kini perbedaan itu justru yang
merenggangkan hubungan mereka. Begitu juga dengan hubungan Sinta & Angel.
Nayla & Sinta memiliki kesamaan karakter. Cantik, cerewet, cerdas, selera
“tinggi”, dan beberapa kesamaan lain yang tidak bisa saya sebutkan. Maka sejak
saat itu, Zizi & Angel memutuskan untuk menjaga jarak agar mereka berdua agar
tidak sakit hati lagi.
Saya tahu apa yang mereka
rasakan, serasa dicampakkan begitu saja. Ya, mungkin kalian akan merasa
kejadian ini merupakan hal yang sepele, karena kalian tidak mengalami
hal ini secara langsung. Sungguh, sangat menyakitkan guys.
Bagaimanakah akhir dari
persahabatan mereka berempat?
********************
bersambung *******************************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar