Welcome to My Blogger

Welcome to My Blogger. Enjot it!

Rabu, 19 November 2014

Sebuah Keajaiban


Tibalah hari itu, tanggal 13 – 14 November 2014. Hari dimana aku akan menjalankan ujian TOAC (TOEFL) dan ujian IKLA (TOAFL). Aku tak tahu apa yang harus dilakukan jika aku tidak dapat menjawab semua soal yang akan diujikan. Modalku sangatlah menipis. Mungkin bisa saja aku ini sombong, karena ketika temanku sedang rajin-rajinnya belajar untuk persiapan ujian, aku malah santai2 tanpa persiapan sedikit pun. Dan itu aku lakukan ketika akan melaksanakan ujian IKLA. Ya, aku merasa bahasa arab itu lebih mudah daripada bahasa inggris. Bukannya sombong, tapi emang itu yang aku rasakan :D
Kamis, 13 November 2014 Pukul 07.40 WIB aku sudah sampai di lokasi ujian, tetapi 08.30 WIB ujian baru dimulai. Sebelum ujian dimulai, aku kirim fatihah dulu ke Nabi Muhammad SAW, Bapak KH Asyhari Marzuqi, Ibunda Nyai H. Barokah Nawawi, dan kedua orang tuaku, Summary dan Rofi’ah. Sambil menunggu season fahmul masmu’ (listening) selesai, aku melantunkan shalawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW hingga soal itu pun aku kerjakan satu persatu.
Jam sudah menunjukkan pukul 10. 24 WIB, pertanda waktu tinggal 6 menit lagi, padahal masih ada banyak soal yang belum aku kerjakan. Alhasil, aku memutuskan untuk melingkari seluruh lembar jawaban yang masih kosong dengan opsi B pada soal IKLA dan opsi C pada soal TOAC. Namun, ketika tanganku sedang bekerja melingkari jawaban tersebut, mulut dan hatiku ikut melantunkan shalawat atas Nabi. Aku yakin jika Allah akan membantuku. Aku hanya bisa pasrah.
Tanggal 18 November 2014. Aku mendapat kabar dari temanku kalau hasil test TOAC dan IKLA sudah keluar, maka aku pun memutuskan untuk melihat hasil test. Tetapi sebelumnya aku sudah menyiapkan segala mentalku kalau aku tidak lulus. Karena jika dilihat dari proses aku mengerjakan soal kemarin, aku sudah sangat pesimis.
Tetapi keajaiban itu datang menghampiriku. Alhamdulillahirobbil ‘alamin… hasil test TOAC & IKLA-ku di atas batas minimal. TOAC dengan skor 430 dan IKLA mendapat skor 460. Aku LULUS. Aku LOLOS. Ahhh, suatu kebahagiaan tersendiri aku bisa mendapatkan skor sebesar itu. Sungguh, tak ku sangka.
Setelah melihat hasil pengumuman itu, senyum di bibirku tak bisa berhenti. Aku sangat bahagiaaa..
Terima kasih untuk bapak-ibu, kedua kakakku, dan teman-temanku yang telah membantuku dalam do’a. Thank you very much :*
Kata pepatah, “Orang pintar kalah dengan orang bejo.”  Sungguh beruntunglah orang-orang yang bejo itu.