Tibalah hari itu, tanggal 13 – 14
November 2014. Hari dimana aku akan menjalankan ujian TOAC (TOEFL) dan ujian
IKLA (TOAFL). Aku tak tahu apa yang harus dilakukan jika aku tidak dapat
menjawab semua soal yang akan diujikan. Modalku sangatlah menipis. Mungkin bisa
saja aku ini sombong, karena ketika temanku sedang rajin-rajinnya belajar untuk
persiapan ujian, aku malah santai2 tanpa persiapan sedikit pun. Dan itu aku
lakukan ketika akan melaksanakan ujian IKLA. Ya, aku merasa bahasa arab itu
lebih mudah daripada bahasa inggris. Bukannya sombong, tapi emang itu yang aku
rasakan :D
Kamis, 13 November 2014 Pukul 07.40 WIB
aku sudah sampai di lokasi ujian, tetapi 08.30 WIB ujian baru dimulai. Sebelum ujian
dimulai, aku kirim fatihah dulu ke Nabi Muhammad SAW, Bapak KH Asyhari
Marzuqi, Ibunda Nyai H. Barokah Nawawi, dan kedua orang tuaku, Summary dan
Rofi’ah. Sambil menunggu season fahmul masmu’ (listening) selesai, aku melantunkan
shalawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW hingga soal itu pun aku kerjakan
satu persatu.
Jam sudah menunjukkan pukul 10. 24 WIB,
pertanda waktu tinggal 6 menit lagi, padahal masih ada banyak soal yang belum
aku kerjakan. Alhasil, aku memutuskan untuk melingkari seluruh lembar jawaban yang
masih kosong dengan opsi B pada soal IKLA dan opsi C pada soal TOAC. Namun,
ketika tanganku sedang bekerja melingkari jawaban tersebut, mulut dan hatiku ikut
melantunkan shalawat atas Nabi. Aku yakin jika Allah akan membantuku. Aku hanya
bisa pasrah.
Tanggal 18 November 2014. Aku mendapat
kabar dari temanku kalau hasil test TOAC dan IKLA sudah keluar, maka aku pun
memutuskan untuk melihat hasil test. Tetapi sebelumnya aku sudah menyiapkan
segala mentalku kalau aku tidak lulus. Karena jika dilihat dari proses aku
mengerjakan soal kemarin, aku sudah sangat pesimis.
Tetapi keajaiban itu datang
menghampiriku. Alhamdulillahirobbil ‘alamin… hasil test TOAC & IKLA-ku di
atas batas minimal. TOAC dengan skor 430 dan IKLA mendapat skor 460. Aku LULUS.
Aku LOLOS. Ahhh, suatu kebahagiaan tersendiri aku bisa mendapatkan skor sebesar
itu. Sungguh, tak ku sangka.
Setelah melihat hasil pengumuman itu,
senyum di bibirku tak bisa berhenti. Aku sangat bahagiaaa..
Terima kasih untuk bapak-ibu, kedua
kakakku, dan teman-temanku yang telah membantuku dalam do’a. Thank you very
much :*
Kata pepatah, “Orang pintar kalah
dengan orang bejo.” Sungguh
beruntunglah orang-orang yang bejo itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar