Welcome to My Blogger

Welcome to My Blogger. Enjot it!

Kamis, 30 Oktober 2014

Menunggumu (Real)


Adzan maghrib sudah berkumandang, adzan isya’ sudah berkumandang, lampu dan pintu masjid pun sudah ditutup. Maka, aku langsung berpindah ke kursi depan toko barbershop.

Satu jam berlalu…

Dengan posisi duduk bersila dan memangku ransel yang aku bawa, aku masih tetap menunggunya.
Merasa bosan, aku pun berinisiatif untuk mendengarkan radio di HP. Mencari music yang enak untuk didengarkan.

Dua jam sudah berlalu…

Tiba-tiba air mataku keluar. Ah, aku juga tak tahu kenapa bisa keluar. Mungkin aku takut sendirian, takut dia tidak bisa menemuiku di tempat asing itu. Atau aku terlalu lelah menunggu. Berbagai fikiran negative sudah menggelayuti otakku.
Aku tak tahu bagaimana nasibku jika dia tidak menjemputku. Duduk termenung layaknya orang yang kehilangan arah jalan pulang.

Pukul 20.15

Dia datang dengan senyumnya yang merekah. Senyum yang mengandung makna bahagia dan lega, karena seseorang yang disayanginya baik-baik saja.
Alhamdulillah... masa “menunggu” itu sudah berakhir.

Menunggu adalah suatu pekerjaan yang tidak menguras tenaga, tapi menguras hati dan fikiran kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar