Welcome to My Blogger

Welcome to My Blogger. Enjot it!

Senin, 29 Desember 2014

Orang tuaku, Teladanku
v Kedisiplinan. Sejak masih kecil, aku sudah dididik agar selalu disiplin dalam melakukan kewajiban, salah satunya adalah melaksanakan shalat 5 waktu. Ketika adzan sudah berkumandang, ayah selalu mengajak ibu dan anak-anaknya agar segera menunaikan shalat wajib. Maka seketika itu juga, kami langsung pergi mencari air wudhu.
v Hemat. Orang tuaku selalu menerapkan prinsip itu dalam kehidupan sehari-hari. Mereka membeli sesuatu yang hanya dibutuhkan saja.
v Dermawan. Dalam keadaan apapun, orang tuaku bersikap dermawan kepada siapapun, baik itu saudara, tetangga ataupun kepada orang asing. Kita dapat memberikan sebagian rizki yang kita punya, tidak harus berupa uang, tetapi dapat berupa makanan atau barang.
v Keadilan. Ayah dan ibuku selalu bersikap adil kepada anak-anaknya, mereka memberikan kasih sayang yang sama, tanpa pilih kasih.  Mereka juga bersikap adil kepada siapapun yang ada di sekitarnya, seperti kemarin ketika di rumahku ada acara peringatan 1000 hari nenekku. Ayahku membagi harta dengan adil kepada saudara-saudaraku, meskipun mereka itu sudah sukses dari segi ekonomi. Tetapi itulah yang aku segani dari kedua orang tuaku, mereka tidak pernah pilih kasih kepada siapapun.
v Cinta yang tulus. Ayah dan ibuku memiliki cinta dan kasih sayang yang tulus antara satu dengan yang lain. Meskipun mereka sudah tua, tetapi cinta, kemesraan, dan perhatian masih tetap terjaga sampai saat ini. Bahkan di sela obrolan yang ada, mereka masih mengeluarkan celotehan-celotehan lucu. Itulah salah satu bumbu penting yang harus dikonsumsi oleh pasangan suami istri di dunia. J
v Keramahan. Memiliki sifat ramah memberikan manfaat yang sangat banyak. Salah satu diantaranya adalah bisa memiliki relasi yang banyak. Orang tuaku selalu bersikap ramah kepada siapapun, bahkan mereka juga sering membantu orang lain yang membutuhkan bantuan, baik berupa materi ataupun tenaga/jasa. Dari itu semua, kedua orang tuaku memiliki relasi baik dengan orang banyak. Dan ada satu hal yang baru ku sadari, rizki keluarga kami dapat berasal dari relasi-relasi tersebut. Berkah dari sebuah kebaikan.
v Kebersihan & Kerapian. Dalam berpakaian, kedua orang tuaku tetap mengutamakan kebersihan & kerapian. Bahkan ketika menunaikan ibadah shalat, ayah dan kakak-kakakku juga memakai pakaian yang sopan, seperti baju panjang, sarung, dan peci. Walaupun mereka memakai kaos pendek, tetapi tetap dilapisi baju panjang. Suatu keistimewaan ketika kita akan menghadap sang Khaliq dengan mengenakan pakaian rapi, sopan, dan bersih.
v Religious. Ayahku adalah seorang kepala keluarga yang religious atau bisa dibilang agamanya cukup kuat, karena beliau memiliki beberapa dzikir yang diamalkan. Dan di pagi hari, setelah shalat subuh, beliau menonton TV, yang mana acaranya adalah seputar pengajian di pagi hari (mamah dedeh, ustadz2 terkenal) yang ditayangkan di stasiun televisi. Dari acara itu pula, beliau mendapat tambahan wawasan ilmu seputar agama Islam. Subhanallaah..
v Bekerja keras. Demi keluarga tercinta, kedua orang tuaku rela berjemur di bawah terik matahari  supaya mereka mendapatkan rizki. Dari kerja keras tersebut, mereka dapat membeli sesuap nasi serta untuk membiayai aku dan kakak-kakakku dalam menuntut ilmu. Mereka tak pernah menyerah dalam hal mencari nafkah ini.

Begitu banyak hal penting yang dapat aku pelajari dari mereka. Mereka berdualah panutanku setelah Nabi Muhammad, para ulama di dunia ini. J

Rabu, 17 Desember 2014

Bosan, hambar,  garing.
Mungkin itulah yang aku rasakan saat ini. Aku tak tahu apa penyebab dari itu semua. Akhir-akhir ini kurasa hubungan kedekatanku dengannya terasa sangat hambar. Topik Pembahasan kami sudah tidak menarik, hanya itu-itu saja, sehingga terkadang aku merasa tidak harus membalas sms-nya ketika sudah tak ada topic pembicaraan lagi. Aku lebih memilih diam.
Kata salah seorang temanku, “merasa hambar atau bosan dalam sebuah hubungan itu sudah biasa. Besok2 juga akan membaik lagi.” Ya, mungkin memang seperti itu.

Maafkan aku beb, aku tak bermaksud menyakitimu. Jahatkah aku?  -_-