Orang tuaku, Teladanku
v Kedisiplinan. Sejak masih kecil, aku sudah dididik agar
selalu disiplin dalam melakukan kewajiban, salah satunya adalah melaksanakan
shalat 5 waktu. Ketika adzan sudah berkumandang, ayah selalu mengajak ibu dan
anak-anaknya agar segera menunaikan shalat wajib. Maka seketika itu juga, kami
langsung pergi mencari air wudhu.
v Hemat. Orang tuaku selalu menerapkan prinsip itu
dalam kehidupan sehari-hari. Mereka membeli sesuatu yang hanya dibutuhkan saja.
v Dermawan. Dalam keadaan apapun, orang tuaku bersikap
dermawan kepada siapapun, baik itu saudara, tetangga ataupun kepada orang
asing. Kita dapat memberikan sebagian rizki yang kita punya, tidak harus berupa
uang, tetapi dapat berupa makanan atau barang.
v Keadilan. Ayah dan ibuku selalu bersikap adil kepada
anak-anaknya, mereka memberikan kasih sayang yang sama, tanpa pilih kasih. Mereka juga bersikap adil kepada siapapun yang
ada di sekitarnya, seperti kemarin ketika di rumahku ada acara peringatan 1000
hari nenekku. Ayahku membagi harta dengan adil kepada saudara-saudaraku,
meskipun mereka itu sudah sukses dari segi ekonomi. Tetapi itulah yang aku segani
dari kedua orang tuaku, mereka tidak pernah pilih kasih kepada siapapun.
v Cinta yang tulus. Ayah dan ibuku memiliki cinta dan kasih
sayang yang tulus antara satu dengan yang lain. Meskipun mereka sudah tua,
tetapi cinta, kemesraan, dan perhatian masih tetap terjaga sampai saat ini.
Bahkan di sela obrolan yang ada, mereka masih mengeluarkan celotehan-celotehan
lucu. Itulah salah satu bumbu penting yang harus dikonsumsi oleh pasangan suami
istri di dunia. J
v Keramahan. Memiliki sifat ramah memberikan manfaat
yang sangat banyak. Salah satu diantaranya adalah bisa memiliki relasi yang
banyak. Orang tuaku selalu bersikap ramah kepada siapapun, bahkan mereka juga
sering membantu orang lain yang membutuhkan bantuan, baik berupa materi ataupun
tenaga/jasa. Dari itu semua, kedua orang tuaku memiliki relasi baik dengan
orang banyak. Dan ada satu hal yang baru ku sadari, rizki keluarga kami dapat
berasal dari relasi-relasi tersebut. Berkah dari sebuah kebaikan.
v Kebersihan & Kerapian.
Dalam berpakaian, kedua orang tuaku tetap
mengutamakan kebersihan & kerapian. Bahkan ketika menunaikan ibadah shalat,
ayah dan kakak-kakakku juga memakai pakaian yang sopan, seperti baju panjang,
sarung, dan peci. Walaupun mereka memakai kaos pendek, tetapi tetap dilapisi
baju panjang. Suatu keistimewaan ketika kita akan menghadap sang Khaliq dengan
mengenakan pakaian rapi, sopan, dan bersih.
v Religious. Ayahku adalah seorang kepala keluarga yang
religious atau bisa dibilang agamanya cukup kuat, karena beliau memiliki
beberapa dzikir yang diamalkan. Dan di pagi hari, setelah shalat subuh, beliau
menonton TV, yang mana acaranya adalah seputar pengajian di pagi hari (mamah
dedeh, ustadz2 terkenal) yang ditayangkan di stasiun televisi. Dari acara itu
pula, beliau mendapat tambahan wawasan ilmu seputar agama Islam. Subhanallaah..
v Bekerja keras. Demi keluarga tercinta, kedua orang tuaku
rela berjemur di bawah terik matahari
supaya mereka mendapatkan rizki. Dari kerja keras tersebut, mereka dapat
membeli sesuap nasi serta untuk membiayai aku dan kakak-kakakku dalam menuntut
ilmu. Mereka tak pernah menyerah dalam hal mencari nafkah ini.
Begitu banyak hal penting yang dapat aku
pelajari dari mereka. Mereka berdualah panutanku setelah Nabi Muhammad, para
ulama di dunia ini. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar