Aku baru sadar begitu bodohnya aku dihadapan dia.
Aku terlalu menyombongkan diri, aku masih belum bisa
melihat ke bawah. Kenapa aku slalu melihat ke atas? Astaghfirullahal ‘adziim..
Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu, termasuk
apa yang ada di dalam hati seseorang.
Kadar keimanan yang menentukan adalah Allah, bukan
aku ataupun orang lain.
Begitu munafik dan sombongnya aku menilai pribadi
seseorang dengan begitu mudahnya, padahal aku sendiri adalah orang yang begitu
rendah. Ighfirlii Ya Robbi…
Aku memang egois, yang hanya memikirkan kepentingan
diri sendiri, tidak bisa memahami apa yang ada di lingkungan sekitar.
Tuhaan, bimbinglah hamba-Mu ini ke jalan yang lurus, shirothol
mustaqim,
Robbana la tuzigh qulubana ba’da idz
hadaitana wa hablana min ladunka rahmah, innaka antal wahhab.
#Jamilna binafsika, mas…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar