Ketika seseorang
menyatakan “Aku Mencintaimu”,
Ia tidak menuntut
tetapi memberi.
Mencintai adalah
suatu keputusan yang berat
Bukan berat bila ia
harus berkorban seluruh hidupnya.
Ketika seseorang
mengatakan “Aku Mencintaimu”,
Itu sama saja dengan
mengatakan bahwa :
Aku akan
melindungimu..
Aku akan menjagamu..
Aku akan
memperhatikanmu..
Aku akan merawatmu..
Aku akan bekerja
sekuat tenaga agar engkau dapat hidup layak..
Aku akan
membahagiakanmu seumur hidupmu..
Mencintai bukan
hanya perasaan suka,
bukan hanya
ketertarikan simpati, apalagi emosi sesaat.
Karena mencintai
adalah memberi sepanjang waktu
yang hanya mungkin
dilakukan oleh mereka yang berkepribadian tangguh.
Maka dari itu
berhati-hatilah ketika mengucapkan “Aku Mencintaimu”,
Karena ada tanggung
jawab dan kepercayaan yang harus dibuktikan.
Dan pembuktian itu
adalah proses tumbuhnya kepercayaan itu sendiri.
Pembuktian bahwa
engkau siap untuk memberi, berkorban,
merawat dan
melidungi orang yang engkau cintai.
Dan ketika semua
tidak terbukti,
Maka lenyaplah sudah
kepercayaan orang yang engkau cintai kepadamu.
Tidak ada cinta
tanpa kepercayaan.
Suami atau istri
kehilangan kepercayaan kepada pasangannya,
Seseorang kehilangan
kepercayaan kepada sahabatnya,
Rakyat kehilangan
kepercayaan kepada pemimpinnya,
Dan seorang anak
kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya.
Semua karena
pernyataan “Aku Mencintaimu” tidak terbukti.
“Aku Mencintaimu”
bukan sekedar kata atau ucapan,
Tetapi lebih lagi
tentang pernyataan jiwamu..
Jalan hidup tak
selalu lurus, kadang berliku bahkan menanjak..
Tapi di situlah
ujian mencinta,
Dimana cinta
dibuktikan dalam situasi-situasi sulit.
Dan hati menemukan
rumahnya..
Hidup bahagia
sebahagianya..
Ikhlas seikhlasnya..
Cinta secintanya..
Hingga tak ada
tempat di hati bagi yang lain..
Karena cinta adalah
cinta.
(By : Sipe 2006)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar