كُلُّ
مَنْ يَهْوَى وَاِنْ عَالَتْ بِهِ رُتْبَةُ
الْمُلْكِ لِمَنْ يَهْوَاهُ تَبَعْ
“Setiap orang yang dilanda cinta, walaupun
tinggi derajatnya seperti raja, dia akan patuh (tunduk) pada orang yang
dicintainya”.
اُحِبُّكَ
لَا اَرْجُوْ بِذَلِكَ اَمْوَالًا وَلَا
اَرْتَجِىْ ثَوَابًا وَاَنْتَ مُرَادٌ
“Aku mencintai kamu, aku tak berharap
apapun darimu, baik harta ataupun pakaian. Yang ku harapkan hanya engkau
semata”.
اَوَّلُ
الْمَطَرِ الْقَطْرُ وَاَوَّلُ الْحُبِّ
الْنَّظَرُ
“Permulaan hujan adalah gerimis, dan
permulaan cinta adalah pandangan pertama”.
مَنْ
اَحَبَّ شَيْئًا كَثُرَ ذِكْرُهُ
“Barangsiapa mencintai sesuatu, maka ia
akan sering menyebutnya”.
وَاَنْ
يَكُوْنَ ذِكْرٌ اَكْثَرَ حَالِهِ وَسُرُوْرُهُ
بِكُلِّ مَا هُوَ فَاعِلٌ
“(Sebagian dari tanda cinta) sering
menyebut-nyebut kekasihnya, dan selalu senang dengan apa yang dilakukannya”.
مِنْهَا
اَنْ يَخْتَارَ بِالْحَبِيْبِ مُجَالِسًا
عَمَّنْ سِوَاهُ وَاِنْ اَلَحَّ الْعَاذِلُ
“Sebagian dari tanda cinta adalah selalu memilih
duduk berdua dengan sang kekasih daripada dengan orang lain, walaupun orang
lain mencelanya”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar