Welcome to My Blogger

Welcome to My Blogger. Enjot it!

Senin, 29 Desember 2014

Orang tuaku, Teladanku
v Kedisiplinan. Sejak masih kecil, aku sudah dididik agar selalu disiplin dalam melakukan kewajiban, salah satunya adalah melaksanakan shalat 5 waktu. Ketika adzan sudah berkumandang, ayah selalu mengajak ibu dan anak-anaknya agar segera menunaikan shalat wajib. Maka seketika itu juga, kami langsung pergi mencari air wudhu.
v Hemat. Orang tuaku selalu menerapkan prinsip itu dalam kehidupan sehari-hari. Mereka membeli sesuatu yang hanya dibutuhkan saja.
v Dermawan. Dalam keadaan apapun, orang tuaku bersikap dermawan kepada siapapun, baik itu saudara, tetangga ataupun kepada orang asing. Kita dapat memberikan sebagian rizki yang kita punya, tidak harus berupa uang, tetapi dapat berupa makanan atau barang.
v Keadilan. Ayah dan ibuku selalu bersikap adil kepada anak-anaknya, mereka memberikan kasih sayang yang sama, tanpa pilih kasih.  Mereka juga bersikap adil kepada siapapun yang ada di sekitarnya, seperti kemarin ketika di rumahku ada acara peringatan 1000 hari nenekku. Ayahku membagi harta dengan adil kepada saudara-saudaraku, meskipun mereka itu sudah sukses dari segi ekonomi. Tetapi itulah yang aku segani dari kedua orang tuaku, mereka tidak pernah pilih kasih kepada siapapun.
v Cinta yang tulus. Ayah dan ibuku memiliki cinta dan kasih sayang yang tulus antara satu dengan yang lain. Meskipun mereka sudah tua, tetapi cinta, kemesraan, dan perhatian masih tetap terjaga sampai saat ini. Bahkan di sela obrolan yang ada, mereka masih mengeluarkan celotehan-celotehan lucu. Itulah salah satu bumbu penting yang harus dikonsumsi oleh pasangan suami istri di dunia. J
v Keramahan. Memiliki sifat ramah memberikan manfaat yang sangat banyak. Salah satu diantaranya adalah bisa memiliki relasi yang banyak. Orang tuaku selalu bersikap ramah kepada siapapun, bahkan mereka juga sering membantu orang lain yang membutuhkan bantuan, baik berupa materi ataupun tenaga/jasa. Dari itu semua, kedua orang tuaku memiliki relasi baik dengan orang banyak. Dan ada satu hal yang baru ku sadari, rizki keluarga kami dapat berasal dari relasi-relasi tersebut. Berkah dari sebuah kebaikan.
v Kebersihan & Kerapian. Dalam berpakaian, kedua orang tuaku tetap mengutamakan kebersihan & kerapian. Bahkan ketika menunaikan ibadah shalat, ayah dan kakak-kakakku juga memakai pakaian yang sopan, seperti baju panjang, sarung, dan peci. Walaupun mereka memakai kaos pendek, tetapi tetap dilapisi baju panjang. Suatu keistimewaan ketika kita akan menghadap sang Khaliq dengan mengenakan pakaian rapi, sopan, dan bersih.
v Religious. Ayahku adalah seorang kepala keluarga yang religious atau bisa dibilang agamanya cukup kuat, karena beliau memiliki beberapa dzikir yang diamalkan. Dan di pagi hari, setelah shalat subuh, beliau menonton TV, yang mana acaranya adalah seputar pengajian di pagi hari (mamah dedeh, ustadz2 terkenal) yang ditayangkan di stasiun televisi. Dari acara itu pula, beliau mendapat tambahan wawasan ilmu seputar agama Islam. Subhanallaah..
v Bekerja keras. Demi keluarga tercinta, kedua orang tuaku rela berjemur di bawah terik matahari  supaya mereka mendapatkan rizki. Dari kerja keras tersebut, mereka dapat membeli sesuap nasi serta untuk membiayai aku dan kakak-kakakku dalam menuntut ilmu. Mereka tak pernah menyerah dalam hal mencari nafkah ini.

Begitu banyak hal penting yang dapat aku pelajari dari mereka. Mereka berdualah panutanku setelah Nabi Muhammad, para ulama di dunia ini. J

Rabu, 17 Desember 2014

Bosan, hambar,  garing.
Mungkin itulah yang aku rasakan saat ini. Aku tak tahu apa penyebab dari itu semua. Akhir-akhir ini kurasa hubungan kedekatanku dengannya terasa sangat hambar. Topik Pembahasan kami sudah tidak menarik, hanya itu-itu saja, sehingga terkadang aku merasa tidak harus membalas sms-nya ketika sudah tak ada topic pembicaraan lagi. Aku lebih memilih diam.
Kata salah seorang temanku, “merasa hambar atau bosan dalam sebuah hubungan itu sudah biasa. Besok2 juga akan membaik lagi.” Ya, mungkin memang seperti itu.

Maafkan aku beb, aku tak bermaksud menyakitimu. Jahatkah aku?  -_- 

Rabu, 19 November 2014

Sebuah Keajaiban


Tibalah hari itu, tanggal 13 – 14 November 2014. Hari dimana aku akan menjalankan ujian TOAC (TOEFL) dan ujian IKLA (TOAFL). Aku tak tahu apa yang harus dilakukan jika aku tidak dapat menjawab semua soal yang akan diujikan. Modalku sangatlah menipis. Mungkin bisa saja aku ini sombong, karena ketika temanku sedang rajin-rajinnya belajar untuk persiapan ujian, aku malah santai2 tanpa persiapan sedikit pun. Dan itu aku lakukan ketika akan melaksanakan ujian IKLA. Ya, aku merasa bahasa arab itu lebih mudah daripada bahasa inggris. Bukannya sombong, tapi emang itu yang aku rasakan :D
Kamis, 13 November 2014 Pukul 07.40 WIB aku sudah sampai di lokasi ujian, tetapi 08.30 WIB ujian baru dimulai. Sebelum ujian dimulai, aku kirim fatihah dulu ke Nabi Muhammad SAW, Bapak KH Asyhari Marzuqi, Ibunda Nyai H. Barokah Nawawi, dan kedua orang tuaku, Summary dan Rofi’ah. Sambil menunggu season fahmul masmu’ (listening) selesai, aku melantunkan shalawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW hingga soal itu pun aku kerjakan satu persatu.
Jam sudah menunjukkan pukul 10. 24 WIB, pertanda waktu tinggal 6 menit lagi, padahal masih ada banyak soal yang belum aku kerjakan. Alhasil, aku memutuskan untuk melingkari seluruh lembar jawaban yang masih kosong dengan opsi B pada soal IKLA dan opsi C pada soal TOAC. Namun, ketika tanganku sedang bekerja melingkari jawaban tersebut, mulut dan hatiku ikut melantunkan shalawat atas Nabi. Aku yakin jika Allah akan membantuku. Aku hanya bisa pasrah.
Tanggal 18 November 2014. Aku mendapat kabar dari temanku kalau hasil test TOAC dan IKLA sudah keluar, maka aku pun memutuskan untuk melihat hasil test. Tetapi sebelumnya aku sudah menyiapkan segala mentalku kalau aku tidak lulus. Karena jika dilihat dari proses aku mengerjakan soal kemarin, aku sudah sangat pesimis.
Tetapi keajaiban itu datang menghampiriku. Alhamdulillahirobbil ‘alamin… hasil test TOAC & IKLA-ku di atas batas minimal. TOAC dengan skor 430 dan IKLA mendapat skor 460. Aku LULUS. Aku LOLOS. Ahhh, suatu kebahagiaan tersendiri aku bisa mendapatkan skor sebesar itu. Sungguh, tak ku sangka.
Setelah melihat hasil pengumuman itu, senyum di bibirku tak bisa berhenti. Aku sangat bahagiaaa..
Terima kasih untuk bapak-ibu, kedua kakakku, dan teman-temanku yang telah membantuku dalam do’a. Thank you very much :*
Kata pepatah, “Orang pintar kalah dengan orang bejo.”  Sungguh beruntunglah orang-orang yang bejo itu.

Kamis, 30 Oktober 2014

Menunggumu (Real)


Adzan maghrib sudah berkumandang, adzan isya’ sudah berkumandang, lampu dan pintu masjid pun sudah ditutup. Maka, aku langsung berpindah ke kursi depan toko barbershop.

Satu jam berlalu…

Dengan posisi duduk bersila dan memangku ransel yang aku bawa, aku masih tetap menunggunya.
Merasa bosan, aku pun berinisiatif untuk mendengarkan radio di HP. Mencari music yang enak untuk didengarkan.

Dua jam sudah berlalu…

Tiba-tiba air mataku keluar. Ah, aku juga tak tahu kenapa bisa keluar. Mungkin aku takut sendirian, takut dia tidak bisa menemuiku di tempat asing itu. Atau aku terlalu lelah menunggu. Berbagai fikiran negative sudah menggelayuti otakku.
Aku tak tahu bagaimana nasibku jika dia tidak menjemputku. Duduk termenung layaknya orang yang kehilangan arah jalan pulang.

Pukul 20.15

Dia datang dengan senyumnya yang merekah. Senyum yang mengandung makna bahagia dan lega, karena seseorang yang disayanginya baik-baik saja.
Alhamdulillah... masa “menunggu” itu sudah berakhir.

Menunggu adalah suatu pekerjaan yang tidak menguras tenaga, tapi menguras hati dan fikiran kita. 

Rabu, 08 Oktober 2014

Apa itu cinta?

Cinta adalah tentang kasih sayang. Dengan sendirinya, kita akan memberikan perhatian yang lebih kepada pasangan kita. Memberikan rasa sayang yang berbeda dibanding kepada teman-teman lainnya.

Cinta adalah tentang ketulusan dan keikhlasan. Kita dapat menerima dengan ikhlas segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita masing-masing, memberikan rasa yang kita miliki tanpa mengharap imbalan apapun. Mengenai rasa kita dibalas oleh pasangan, maka itu adalah bonus terindah dan harus disyukuri oleh setiap insan.  

Cinta adalah tentang hati nurani. Kita dapat mencintai seseorang karena hatinya, bukan karena bentuk fisiknya. Bentuk fisik hanyalah sekumpulan daging yang tersusun rapi, dan lama-lama daging tersebut akan berkerut sehingga tidak terlihat segar lagi. Berbeda halnya, ketika cinta yang dilandasi dengan kecocokan hati, maka cinta tersebut tidak akan berkerut, justru sebaliknya akan semakin segar dan subur sepanjang masa.

Cinta adalah tentang kepercayaan. Percaya terhadap pasangan merupakan hal pokok yang harus dimiliki dalam sebuah hubungan percintaan. Tanpa adanya kepercayaan, suatu hubungan tidak akan berjalan dengan harmonis, yang ada hanya pertengkaran dan selalu su’udzon kepada pasangan.

Cinta adalah tentang kenyamanan. Berada di dekat pasangan, kita dapat merasakan kenyamanan yang berbeda. Nyaman di genggaman tangannya dan nyaman berada di belakangnya. Bahkan ketika sedang dilanda ketakutan, dengan berada di dekatnya saja kita sudah merasa dilindungi, dan di dalam hatinya dia akan berkata “tenang sayaang, kamu gak perlu takut. Ada aku disini yang akan selalu melindungimu”. 

Cinta adalah tentang kerinduan. Setiap hari kita merasakan rindu kepada pasangan kita, yang ada di fikiran hanya ‘kapan bisa bertemu lagi?’ Ketika sudah bertemu pun rindu itu datang lagi. Tetapi jika rindu itu tidak terobati, maka akan sangat menyiksa diri kita sendiri. Bahkan ketika sudah tidak kuat menahannya, hanya air mata yang akan berbicara. Sungguh sangat menyiksa, tetapi itulah esensinya. Cinta tanpa disertai dengan kerinduan maka akan terasa hambar.   

Cinta adalah tentang masa depan. Cinta tanpa disertai keinginan untuk hidup bersama sampai akhir hayat bukan cinta yang sesungguhnya, itu hanyalah cinta sesaat. Saya tidak mengerti apa yang ada di dalam fikiran orang-orang yang hanya menganggap cinta sebagai suatu trend . Mereka terlalu mudah untuk berganti pasangan, putus dengan yang satu langsung nyambung dengan yang lainnya. Bahkan yang lebih parahnya lagi, para playboy/playgirl  yang mempunyai beberapa pasangan dalam satu waktu.  Sungguh sangat memprihatinkan jiwa pemuda-pemudi Indonesia yang seperti itu. Apakah mereka tidak berfikir, bagaimana jika ibu/adik-adik mereka diperlakukan seperti itu? Apakah mereka masih tetap tega? Na’udzubillah min dzalik..

Cinta adalah tentang segalanya. Kita akan memberikan yang terbaik untuk pasangan. Kita akan selalu membuat dia tersenyum bahagia.  Kita tidak akan tega jika pasangan kita sedang dilanda kesulitan. Dan kita tidak akan membuat dia terluka/sakit hati lagi.

Suatu anugerah terindah, ketika cinta yang sudah kita jalin bersama pasangan akan berakhir dengan bahagia. Memulai hidup baru sebagai pasangan suami-istri. Segala pekerjaan yang kita lakukan dalam sebuah ikatan keluarga akan dinilai ibadah yang agung. Subhanallah..  

Seperti itulah saya memaknai arti dari kata ‘cinta’. Mungkin ketika sudah berumah tangga, makna tersebut akan lebih dalam lagi. J


Selasa, 30 September 2014

"nduk - genduk"
suatu panggilan yang tidak dapat saya benci sampai saat ini.
kata tersebut menyimpan beberapa makna yang sangat berharga.
sayang, perhatian, sabar, cinta.....


ahh, saya sendiri susah untuk memaknai arti kata itu.
terlalu bermakna dan berharga
;) 

Minggu, 21 September 2014

Benci?
Sepertinya baru kali ini saya mengalami perasaan keji itu.
Bahkan untuk melihat fotonya saja saya sudah sangat malas, bagaimana dengan bertemu?
Aahh, saya sudah muak dengan mereka!
Kata-kata yang mereka keluarkan hanya sampah yang tidak perlu didaur ulang. 
Rasa sakit ini sudah menjalar ke berbagai indera tubuhku, dan kemungkinan untuk sembuh cukup sulit.
Maaf, jika saya telah berubah menjadi manusia yang sombong dan tidak mau peduli.
Saya tidak akan menjadi seperti ini jika mereka tidak memulainya.


*astaghfirullahal ‘adzim*

Sabtu, 13 September 2014

Keluarga Ketigaku, Kemirikebo


Keluarga ini mulai aku bangun sejak tanggal 14 Juli 2014, bertepatan dengan dimulainya KKN UIN Sunan Kalijaga Angkatan 83. Sebelumnya, aku dan teman2 kelompokku ditujukan ke daerah Panggang, Gunungkidul, tapi tak tahu kenapa beberapa hari sebelum pemberangkatan kami dipindahkan ke Kemirikebo, Girikerto, Turi, Sleman. Awalnya kami cukup kecewa dengan pemindahan tempat tersebut, karena sebelumnya kami sudah mempersiapkan beberapa strategi ketika kami sudah tinggal di sana. Selain itu, kami juga mendapat sedikit desas-desus kalau di daerah Turi ada banyak anjing dan pohon salak. Nah, banyak yang bilang kalau di pohon salak itu tempat berkumpulnya makhluk dunia lain. Ulalaaaaa,, sudah pasti aku agak merinding juga lahh. Tapi tak apa, pasti ada hikmah di balik itu semua.
Pengabdian ke Dusun Kemirikebo pun dimulai.
Melalui kegiatan ini, aku dipertemukan dengan beberapa teman baruku yang berjumlah 7 orang. Dari itu semua aku tidak mengenal 1 orang pun, yang ada hanya wajah2 baru. Yang pertama, Siti Lathifah, asalnya Cilacap, dia  lucu, baik, cerdas, kalau ngomong ceplas-ceplos, kadang-kadang malesan, galak, mikiran, putih, tapi agak gemuk. Hehehe. Yang ke-2, Siti Khozamah, bu bendahara kita, asalnya dari Ciamis, ngapak gitu deh. Orangnya tinggi, baik, manis, kurus, dan sering telfonan sm pacarnya. Huh, marai iri wae. Yang ke-3, Putri Rahmayani, ini cewek blesteran, Padang-Bali, tapi tinggalnya di deket Pondok Krapyak. Tante galak ini tinggi, cantik, itemnya elegan, dan badannya berisi banget. Hahaha. Kmudian yang ke-4, Mas Wasis Purbo Waseso. Kenapa aku panggil mas? soalnya dia angkatan tahun 2010. Masnya baik banget, pendiam, dewasa, agak item. Hehehe. Oya, asalnya dari Pulau Bangka. Teman KKN yang ke-5, Aziz Nur Rohman berasal dari Magetan, Jawa Timur. Orangnya sih baik, tapi gak tegaan, jadi kurang gregetnya, hahaha. Selama KKN tubuhnya tambah subur, gendut broo. Sukses tenan KKN e. Selamat pak ketua! Teman yang ke-6, Nur Fatimah Ummahatul Azizah, cewek ini blesteran juga, Lampung-Magelang-Jambi. Orangnya cantik, manja tapi fikirannya dewasa, kalau dilihat-lihat kayaknya dia itu lebih pendek dari aku, tapi setelah dibuktikan dia lebih tinggi 1cm dari aku. Aihh, aku tertipu. Teman gue yang ke-7 adalah Risahlan Rafsanjani, dia satu fakultas sama aku. Cowok ini berasal dari Nusa Tenggara Timur, ya item manis gitu, tapi tanggung jawabnya lumayan gede juga. Acungan 1 jempol buat dia dahh. J
Hari demi hari, hubungan kita semakin membaik. Terdapat beberapa kecocokan di antara kami. Ada banyak peristiwa yang sudah kami alami, salah satunya keberadaan alam gaib. Dulu sebelum KKN, aku belum mempercayai sepenuhnya mahkluk2 gaib (hantu, jin, iblis) tetapi melalui kegiatan kampus ini, aku dipaksa untuk percaya akan hal-hal seperti itu. Dari ke-7 temanku, ada 2 orang yang dapat melihat makhluk2 seperti itu, dan yang 1 hanya bisa merasakan. Melalui mereka lah, aku bisa mempercayainya. Dan ada 1 pihak lagi di Panti Asuhan Asy-Syafi’iyah, yaitu bapak Imam Syafi’i, beliau adalah pengasuh panti dan pondok itu.
Beberapa hari menjelang lebaran, ada kejadian yang membuatku cukup takut. Salah satu temanku di ru’yah oleh pak Imam, maka saat itu pula aku mulai mempercayai hal-hal gaib seperti itu. Aku tidak perlu menceritakan bagaimana kejadian detailnya, yang pasti cukup mengerikan juga. Alhamdulillah, aku tidak diberi kesempatan bisa melihat makhluk2 gaib itu, karena ketika aku sudah mengetahui seperti apa bentuknya, mungkin aku akan ketakutan setiap saat. Hehehe
Kemudian, ada 1 hal lagi yang aku takutkan ketika berada di Kemirikebo, yaitu anjing. Hahaha mungkin kalian akan tertawa kenapa aku bisa takut sama anjing. Saat itu, aku sedang memberi makan buat bebek tetangga, ada anjing di depanku. Aku bingung harus bagaimana. Secara spontan, aku langsung memanggil mas wasis.
“Mass Wasiiiiisssss, maaasss,,, mas wasiiiisssss,,” yang dipanggil mas wasis, ee yang keluar malah latifah, mungkin dia penasaran kenapa suaraku begitu keras dan ketakutan. Tepi beberapa detik kemudian, mas wasis ikut keluar melihat keadaanku. Mereka berdua bingung,
“piee miiii, ono opoo? “
“hehehehee,, iki mass,, ono anjing”
“hahahaahahahaaaa” secara spontan mereka pun tertawa. Dan setelah itu, anjingnya pergi.
Aku tak tahu kenapa aku bisa begitu takut dengan anjing. Padahal dulu aku liat anjing biasa aja.
Selain mereka berdua, ada 1 orang lagi yang mengetahui ketakutanku. Terima kasih atas bantuannya :*:*
Oh iya, aku lupa menceritakan bapak-ibu induk semang kita. Alhamdulillah sekali, di dusun ini kami mendapat kesempatan bisa mengenal keluarga Bapak Poniman dan Ibu Fitri. Mereka sangat baik kepada kami. Rizkinya juga sangat lancar, karena shadaqah mereka juga sangat lancar. Bahkan, kami sampai bingung harus membalas dengan cara apa atas semua kebaikan yang telah mereka berikan kepada kami. Kami akan sangat merindukan mereka, apalagi kepada anak-anaknya, Novita yang cantik, baik dan dewasa, serta kepada Keisya yang ganteng, lucu, cakep, gemesin, cool, dan imut2. I miss you all. :*
Hubungan kami dengan keluarga bapak Poniman berbanding terbalik dengan masyarakat. Pada bulan pertama, hubungan dengan masyarakat masih seperti orang asing, kami hanya menyapa sekedarnya saja ketika bertemu dengan warga. Sungguh sangat mengenaskan. Mengenai hal itu, kami mendapat wejangan dari salah satu warga di dusun itu, kalau warga Kemirikebo itu “susah-susah gampang”. Malam itu, kami benar2 tertampar dengan beberapa komentar dari mbaknya, tetapi kami juga diberi masukan supaya kami bisa mendapatkan hati masyarakat. Ya, memang salah besar ketika kami lebih mementingkan program daripada hubungan sosialisasi dengan warga sekitar. Seharusnya kami harus mendapatkan hati warga dulu, sehingga ketika kami mau mengadakan program2, warga akan menyambut dengan bahagia. Tetapi tak apa, msih ada waktu untuk memperbaiki itu semua. Masih ada waktu seminggu untuk mendapatkan hati warga Kemirikebo. Maka setelah malam penuh penyesalan itu, kami memanfaatkan waktu seminggu yang tersisa untuk mendapatkan hati msyarakat. Alhamdulillah, kami berhassil. Saat perpisahan KKN kemarin tanggal 07 September 2014, banyak warga yang datang dan antusias dengan acara kami,. Bahkan pemuda yang dulunya sangat membenci kami, kini mereka menyambut kami dengan baik.
Tiba saatnya ketika kami harus berjabat tangan dengan warga2 Kemirikebo. Suasana malam itu sangat mengharukan. Tanpa skenario, air mata kami mengiringi sungkem2 kami kepada warga. Air mata kesedihan, karena kami harus berpisah dengan ibu-ibu, pemuda-pemudi, bapak-bapak Kemirikebo serta berpisah dengan teman2 KKN. Air mata bahagia, karena kami masih diberi kesempatan untuk bisa berkumpul dan berjabat tangan serta minta maaf dengan mereka semua. Air mata penyesalan, kenapa kami baru bisa dekat dengan mereka di minggu terakhir kami mengabdi. Sungguh, kami sangat senang bisa dekat dengan mereka semua tanpa adanya rasa dendam diantara kami. Aku akan sangat merindukan warga Kemirikebo. Kalian adalah keluarga ketigaku setelah keluarga di rumah dan keluarga di pondok. Semoga hubungan silaturrahim kami dengan warga di sana masih dapat terjalin kuat. Dan Kami masih diberi kesempatan untuk datang berkunjung ke warga2 sana. Amiiinn
Tetapi ada satu hal yang sangat mengganjal di hati. Mayoritas masyarakat menilai kalau ending dari KKN ini sangat bagus, tetapi sebenarnya hubungan intern kami cukup mengenaskan. -_-
Semoga KKN berikutnya, tidak akan mengalami kejadian yang sama. Amiinn

Tiba saatnya, saya kembali ke habitat asal, kembali ke Kota Jogja. Polusi - panas – keramaian. Suasana ini sangat bertolak belakang dengan suasana di Dusun Kemirikebo, 8 km dari puncak Merapi. Tandanya, aku harus beradabtasi lagi. Fighting! 

Jumat, 22 Agustus 2014

mengapa rasa ini diiringi dengan kejailan-kejailan yang tidak dapat aku kendalikan? dan seringkali aku telah membuatmu kecewa, khawatir, dan mungkin sempat ingin marah, tetapi kamu tidak ingin menunjukkannya kepadaku.

dua kata yang selalu ingin aku ucapkan, "maaf" dan "terima kasih". 

mungkin, itu adalah salah satu caraku untuk mengekspresikannya.
tapi ketahuilah, hanya kamu hanya kamu dan hanya kamu :*
@

Jumat, 11 Juli 2014


Ada sebuah ikatan persahabatan yang sangat aku kagumi saat itu. Mereka sudah menjalin persahabatan sejak SMK, namun saat itu mereka belum sedekat & seakrab saat ini. Ketika masuk dunia perkuliahan, mereka dituntut untuk menjadi sepasang sahabat, karena tinggal mereka lah yang tersisa  di antara temen-teman seperjuangannya. Teman lainnya sudah memutuskan untuk menuntut ilmu di berbagai daerah.
Nayla yang berasal dari Bali & Zizi yang berasal dari Semarang memiliki beberapa karakter yang berbeda, tetapi mereka dapat mengatasi itu semua dengan baik. Perbedaan tersebut justru memperkuat ikatan persahabatan yang telah terjalin.
Kota Semarang lah yang menjadi tempat persinggahan mereka untuk menuntut ilmu. Di Kota itu mereka menjalani segala aktifitas dengan senang hati. Namun, dalam beberapa waktu, mereka merindukan kehadiran  teman-teman seperjuangannya selama SMK. Rindu celotehan mereka semua. Hingga, saat momen-momen tertentu mereka mengadakan reuni SMK. Melepas rindu yang telah memuncak.
Teman-teman Nayla & Zizi sudah mengetahui kalau sejak kuliah mereka berdua sudah sangat dekat. Bahkan ketika diadakan reunian, salah satu di antara mereka berdua tidak datang, maka yang satunya juga tidak akan datang. Yah, saya masih ingat kala itu Zizi tidak bisa hadir renuian dalam rangka liburan kuliah. Maka saat itu pula Nayla memutuskan untuk tidak ikut reunian bersama teman-teman lainnya. Bisa dikatakan, persahabatan Nayla & Zizi sudah terjalin kuat saat itu. Bahkan ketika mereka sedang suntuk, bored, dan galau dengan segala rutinitas yang ada, mereka sering kabur ke kost atau refreshing ke beberapa tempat yang indah ketika malam hari. Aku sangat iri dengan persahabatan mereka.
Oya, saya lupa menceritakan kalau Nayla & Zizi itu tinggal di sebuah asrama mahasiswa di Semarang. Asrama yang cukup besar. Saat tahun ajaran baru, ada beberapa orang yang masuk & dekat dengan Nayla & Zizi. Maka bertambahlah personil mereka menjadi 8 orang, dan hal itu justru membuat persahabatan mereka semakin berwarna. Sungguh indah.
Lambat laun, beberapa di antara  mereka pergi dari asrama. Mereka sudah menyelesaikan studinya, hingga tinggal 4 orang yang tersisa. Tetapi mereka tetap bahagia, yah walaupun teman-temannya sudah tidak seasrama lagi. Dari 4 orang yang tersisa itu namanya Nayla, Zizi, Sinta, dan Angel. Nayla lebih dekat denga Zizi, dan Sinta lebih dekat dengan Angel.
Beberapa bulan kemudian, terjadi suasana yang tidak nyaman di antara mereka berempat. Zizi & Angel merasakan Nayla & Sinta sudah tidak seperti dulu lagi. Nayla & Sinta sering pergi berdua saja, tanpa mengajak Zizi & Angel. Bahkan ketika berada di dalam asrama, Nayla & Sinta sering mengacuhkan Zizi & Angel. “Apa salah kami? Kenapa kalian menjauhi kami?”, pikir Zizi & Angel. Seringkali pertanyaan itu terlintas di benak mereka.
Introspeksi. Ya, satu kata itu yang harus Zizi & Angel lakukan. Mungkin mereka berdua lah yang salah. mungkin mereka telah melakukan kesalahan yang membuat Nayla & Sinta sakit hati. Sejak kejadian itu, Zizi & Angel memutuskan untuk lebih berhati-hati dengan  Nayla & Sinta. Tetapi  Zizi & Angel juga terus melakukan pengamatan. Dan mereka berdua telah menemukan satu kesimpulan. Mereka berempat memiliki selera yang berbeda. Nayla & Zizi yang dulunya sangat dekat, dan dapat mengatasi perbedaan di antara mereka, kini perbedaan itu justru yang merenggangkan hubungan mereka. Begitu juga dengan hubungan Sinta & Angel. Nayla & Sinta memiliki kesamaan karakter. Cantik, cerewet, cerdas, selera “tinggi”, dan beberapa kesamaan lain yang tidak bisa saya sebutkan. Maka sejak saat itu, Zizi & Angel memutuskan untuk menjaga jarak agar mereka berdua agar tidak sakit hati lagi.
Saya tahu apa yang mereka rasakan, serasa dicampakkan begitu saja. Ya, mungkin kalian akan merasa kejadian ini merupakan hal yang sepele, karena kalian tidak mengalami hal ini secara langsung. Sungguh, sangat menyakitkan guys.
Bagaimanakah akhir dari persahabatan mereka berempat?

******************** bersambung *******************************

Selasa, 20 Mei 2014

The First


Aku takut jika suatu saat nanti impian kita tidak diridhoi oleh Allah atau keluarga kita. Hanya itu yang aku takutkan. Aku gak mau melihatmu terpuruk lagi seperti beberapa tahun yang lalu. Cukuplah sudah rasa sakit yang dulu itu. Jangan sampai kau mengalami hal yang sama.
Aku ingin melihatmu bahagia mblii, ya walaupun jika suatu hari nanti yang menjadi alasan di balik senyumanmu itu bukan aku. Aku akan merelakan.
Tapi perlu kau ketahui, kamu sangat berarti bagiku. Kamu adalah alasan di balik senyumanku, kamu adalah penyemangatku. 
Setiap perkataan/nasehat yang kau ucapkan, aku selalu meng-iyakan, tanpa bantahan sedikitpun. Hatiku terpana dan terharu dengan segala perhatianmu.
Kamu.
Kamu adalah cowok pertama yang berhasil meluluhkan hatiku.
Kamu adalah cowok pertama yang memberiku setangkai bunga mawar jingga.
Kamu adalah cowok pertama yang melukis wajahku.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku berani mengatakan “Aku sayang kamu”.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku berani untuk mengirimkan emoticon-emoticon mesra.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku merasa nyaman berada di dekatmu.
Kamu adalah cowok pertama yang berhasil membuatku terdiam membisu ketika kau menanyakan perasaanku.
Kamu adalah cowok petama yang membuatku tersipu malu.
Kamu adalah cowok pertama yang memberiku cinta yang sangat amat tulus.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku ingin selalu berada di dekatmu.
Kamu adalah cowok pertama yang membuatku ingin merasakan sentuhan tanganmu. Maaaff
Kamu adalah cowok pertama dalam banyak hal, dan aku berharap kamu menjadi yang terakhir.
Pertama dan terakhir. <hope>
Tapi mungkinkah perjalanan asmaraku akan semulus seperti apa yang aku inginkan selama ini? -_-

@Arsih

Minggu, 20 April 2014

Pencuri Hati

“Aku tak mengerti apa yang ku rasa, rindu yang tak pernah begitu hebatnya..
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu, meski kau takkan pernah tahu..”

Dua bait lagu yang akhir-akhir ini sangat aku sukai. Atau bisa dibilang bait-bait  tersebut sedang menggambarkan hatiku. Maybe.
Mungkin rasa sayang ini benar-benar sudah tertanam kuat di hatiku. Dan hal ini baru pertama kalinya. Ya, aku memang terlalu takut untuk jatuh cinta, takut sakit hati, takut nantinya bisa merusak semangat hidupku & merusak masa depanku. Tetapi, hanya kepadanya lah hati ini bisa luluh. Bisa merasakan kesejukan, kenyamanan, dan kebahagiaan.
Dia memang tidak ganteng secara fisik, tetapi hatinya begitu ganteng. Hal itulah yang kemudian lambat laun membuatku bisa menoleh dan mendekatinya, padahal dia sudah cukup lama menunggu kedatanganku.
Perkenalan yang tidak disangka-sangka itu terjadi di akhir tahun 2010, hingga akhir tahun 2012 kemarin rasa sayang itu mulai tumbuh di dalam hatinya. Tetapi kala itu, aku sangat menolak dengan hadirnya perasaan yang tidak pernah aku sukai itu. Bagaimana mungkin sahabatku sendiri bisa menyukaiku?
Penolakan tersebut justru membuat hatinya kembali terluka untuk yang kedua kalinya. Sungguh begitu munafiknya aku saat itu. Aku tak memerdulikan keadaan hatinya. Seorang sahabat seharusnya memberikan support penuh kepada sahabatnya, tapi apa? Aku malah memberikan masalah besar kepadanya. Sahabat macam apa aku ini? Aku benar-benar tidak pantas menjadi sahabatnya.
Mendekati akhir tahun 2013, hati ini mulai luluh dan terbuka atas seluruh perhatian yang dia berikan. Bagaimana tidak? Hampir setiap hari dia mengeluarkan kata-kata gombal kepadaku, memberikan perhatian lebih hingga terkadang aku geleng-geleng sendiri atas sikapnya itu. Saat itu pula, aku berniat untuk pasrah, pasrah sepasrahnya. Menyerahkan hati ini secara suka rela kepadanya.
Sejak saat itu, aku merasa hidup ini begitu indah dengan berbagai warna  yang dia berikan kepadaku. Aku bahagia, aku senang, aku lebih ceria, aku lebih semangat lagi. Serasa mendapat setrum penyemangat. J
Hari berganti hari, rasa ini semakin subur saja. Ketika kerinduan datang menyergap, aku tak bisa berhenti membayangkannya. Tetapi rindu itu terkadang menyiksaku, dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Biarkan saja, lama-lama kerinduan itu juga akan berkurang dengan sendirinya. Just say, “imissyou”. No more.

Aku takut jika nantinya aku tidak bisa menjaganya, karena hal ini adalah pengalaman pertamaku. Aku belum mengenal karakterku sepenuhnya, terutama tentang asmara. Aku takut hatiku akan goyah dengan laki-laki di luar sana. Tetapi aku yakin, insyaallah aku bisa setia pada satu hati. Aku akan berusaha untuk menjaga perasaan ini untuknya. 

Rabu, 16 April 2014

Gus Kami

Gus..
Kamu memang paling berbeda di antara kita.
Kamu paling cuek di antara temen2 yg lain, tapi hal itu justru menjadi ciri khasmu.
Kamu paling cerdas di antara yg lainnya. Ide-ide cemerlangmu slalu muncul ketika kita sedang membutuhkannya.
Kamu juga paling alim & shalih di antara yg lainnya.
Kamu adalah hamba Allah yg sangat menjaga pandangan (ghodhdhul bashar).
Dan senyumanmu itu selalu mengajak kita untuk ikut tersenyum pula. Senyum tulus dari hati. Aku belum pernah menemukan senyuman seperti itu guus..
Ingin sekali ku bercakap-cakap denganmu, teman.. tetapi kau terlalu sibuk dengan segala aktifitasmu di pondok & kamu terlalu cuek untuk hal-hal sepele seperti itu.
Kelak, semoga kau mendapat istri yang sangat sholihah & selalu membuatmu tersenyum bahagia. Amin..
Sampai kapanpun kau akan selalu aku banggakan.
Teman  seperjuaganku semasa SMA. Gus-nya anak Hanether ’08. Gus Muna J



Senin, 07 April 2014

All About February 24, 2014


Lantai 2 masjid al-Faruq sbelah sini – kue – myuth, ayu, seni, janur
Parkiran – mandi abu vulkanik+kue – mug – aku & sahabat2
Cafetarium - Kaos lukis – setangkai mawar jingga – aku & kamu
Pondok Cabe – mas DJ – aku dan KDJ

Kado ulang tahun terindah adalah di tahun 2014 ini, ketika aku genap berusia 20 tahun.
Sahabat-sahabat KDJ dan kampus memberikan surprise yang sangat indah.
Begitu juga dengan surprise yg kau berikan. Aku benar2 gak nyangka kau melakukan itu kepadaku.

Perhatian, peduli, dan kasih sayang kalian itu sangat berarti dalam hidupku.
Selama ini aku hanya menghayal. Hal2 yang dulunya mustahil bagiku, kini sudah bukan hal yang tabu lagi. Kalian memberikan pelangi dalam perjalanan hidupku.
Terima kasih semuanya.
Terima kasih sahabat-sahabatku : KDJ , uly, putri, oyi, fajar (sang fotografer).
Terima kasih buat kamu. Sayangku.
Sungguh, Kado dan kejutan ini tak pernah aku lupakan, akan ku simpan rapat2 di dalam hati.
I love you all. :*





           

    





Minggu, 23 Maret 2014

Kenapa ini?

Iri.
Aku benci kata itu. Kata yang membuat mood ku sering berubah tanpa aturan.
Iri akan pertemanan. Masyaallaahh, kenapa aku bisa seperti ini?
Berilah kesejukan di dalam hati ini, Rabb.
Aku tidak pernah  menginginkan rasa ini. L
Aku selalu minder dengan mereka yang bisa membuatmu selalu tertawa bahagia.
Aku selalu minder dengan mereka yang bisa membuatmu untuk  terus bercerita.
Aku berbeda dengan mereka.
Walaupun aku terlihat cerewet, tetapi sebenarnya aku ini pendiam, tidak kreatif. Aku terlihat cerewet ketika sedang bersenda gurau dengan banyak orang. Ketika hanya berdua saja, mulut ini lebih sering diam. Bingung mau ngobrol  apa.
Aku memang tidak pandai dalam berkomunikasi. Dan itulah kelemahanku.
Aku benci, tapi sulit bagiku untuk merubahnya. :’(
Tuhan, bantu aku untuk menghilangkan rasa iri ini.
Ketika mereka bisa tersenyum bahagia, buatlah hatiku ikut tersenyum pula.

>Engkau lebih Tahu atas apa yang aku rasakan. 

Kejarlah Cita-citamu, Teman

Slalu ku coba untuk menjadi sahabat yang baik untukmu, tetapi aku gagal juga. Aku tidak bisa menjadi sahabat yang kau inginkan.
Aku tidak bisa seperti seperti sahabat-sahabatmu yang dulu. Aku tidak bisa seperti mereka. Aku tidak bisa membuatmu untuk selalu tersenyum, bahagia, dan nyaman setiap hari. Aku tidak bisa mengusir segala gundah di hatimu. Aku tidak bisa memberikan solusi yang baik untukmu. Aku belum bisa boncengin kamu. Maaf atas segala kekuranganku ini teman.
Aku tahu sampai saat ini kamu masih merasa kesepian (walaupun kamu tidak menunjukkannya), dan kamu tidak  pernah menceritakannya. Kamu lebih sering memendam masalahmu sendirian. Yah, mungkin kamu lebih nyaman dengan semua itu, tetapi aku disini selalu siap untuk mendengar keluh-kesahmu. Jika bersedia, berbagilah denganku apapun yang kamu rasakan.
Sepertinya di tempat ini (baca : von-dhok) kamu belum bisa merasa nyaman dan bahagia. Mungkin karena pengurus-pengurusnya yang kadang nyebelin. Mungkin juga karena sahabat-sahabatmu dulu sudah boyong. Atau mungkin juga karena alasan lain yang tidak pernah kau ceritakan kepadaku. I don’t know.
Teman, carilah tempat di mana kamu bisa merasakan kenyamanan dan kebahagiaan lahir&batin. Carilah tempat yang bisa mewujudkan cita-citamu. Carilah tempat yang bisa menghilangkan penyesalanmu itu. Carilah tempat yang bisa membuatmu ikhlas untuk menjalani segala aktifitas. Carilah tempat yang bisa membuatmu bangga akan dirimu sendiri. Aku akan ikhlas merelakanmu. Kejarlah hal apapun yang bisa membuatmu tersenyum dari hati.
Namun perlu kau ketahui, aku mengharapkanmu untuk tetap bertahan di sini sampai gelar SNU (Sarjana Nurul Ummah) &SHNU kita dapatkan. Aku ingin membuktikan kepada teman-teman “Hanether 8” bahwa kita bisa sukses di von-dhok ini. Tetapi harapanku ini hanyalah sebuah harapan. Semuanya tergantung pada dirimu sendiri. Ikutilah kata hatimu teman. Biarkan aku tetap bertahan di tempat ini sampai aku bisa mendapatkan semuanya (yaa walaupun ngajiku amburadul juga). Aku masih ingin menuntut ilmu di tempat yang indah ini.
Tetap tersenyumlah sahabat. Aku selalu mendukungmu dari belakang J
Terima kasih atas segala kebaikan yang telah kau berikan, dan maafkan semua sifatku yang membuat hatimu tak nyaman.

>> Untuk sahabatku yang ayu & slalu membantuku kapanpun dan dimanapun.

Jumat, 28 Februari 2014

About Love


  • Cinta yang tulus terhadap seseorang adalah sebuah api yang mampu membakar semangat hidupmu, mampu membuatmu untuk mengorbankan semua hal yang ada di dalam dirimu hanya untuk dia. Cinta yang tulus tidak membutuhkan balasan, tidak mengharapkan pamrih kecuali perasaan untuk dicintai kembali.
  • Terkadang cinta dapat membuat kita sakit, gembira, dan melupakan segalanya. Dan yang paling utama, cinta dapat memberi kesejukan karena cinta tidak dapat kita sentuh, tetapi hanya bisa dirasakan dalam hati dan jiwa. Seperti embun yang datang di pagi hari dan hembusan angina yang membuat kita sejuk tetapi tak dapat disentuh. Cintailah cinta dengan cinta, karena cinta adalah anugerah yang luar biasa dari Ilahi namun deritanya tiada terkira.
  • Cinta itu tak bersyarat. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tidak bisa didefinisikan, dan hanya bisa dirasakan dengan hati.
  • Cinta adalah semangat. Cinta adalah kepercayaan. Cinta adalah energi yang tidak bisa dimusnahkan, ia hanya bisa berubah bentuk. Cinta memang tak harus memiliki, karena mencintai berarti memberi tanpa pernah meminta.
  • Tuhan memberikan manusia dua kaki untuk berjalan, dua tangan untk memegang, dua telinga untuk mendengar, dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada manusia? Karena Tuhan telah memberi sekeping hati lagi pada seseorang untuk Anda mencarinya. Itulah cinta. Love.
  • Seandainya kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadang kala kita mencium harum mawar tersebut, tetapi ada kalanya kita merasakan duri mawar yang menusuk jari. 
  • Cinta adalah sebuah kata kerja dan bukan kata benda, artinya cinta menuntut tindakan bukan hanya sekedar kata-kata.
  • Love ia a promise, love is a souvenir, once given never forgotten, never let is disappear.
  • Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu. Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu. Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
  • Senja itu seperti rasa cinta. Ada banyak warna yang tersimpan di dalamnya. Di dalamnya ada air mata, rasa bahagia, kesedihan, rasa takut akan kehilangan, dan rasa nyaman hanya dengan mendengar suara atau melihat orang yang disukai.
  • Seseorang yang mengerti kamu bisa merasakan isi hatimu, walaupun kamu terbungkam 1000 bahasa.
  • Menyukai seseorang memang bisa dijaadikan indikasi untuk melakukan perubahan.  
  • Cinta yang sejati adalah cinta setelah akad nikah. Selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.
  • Tips menjaga cinta tetap hidup :


    1. Pujian
    2. Ketekunan dalan usaha
    3. Jangan jalani semua sendirian
    4. Selalu berharap hidup bahagia bersamanya
    5. Pastikan selalu memberi
    6. Cinta untuk sesama
    7. Taat ibadah
    8. Saling memaafkan
    9. Ikhlas mencintai
    10. Jangan takut kecewa
    11. Focus pada proses
    12. Selalu konsisten 
    13. Bertanggung jawab

Minggu, 02 Februari 2014

You are ....

Aku mulai membangun mimpi-mimpi itu bersamamu..
Engkau yang selalu hadir dalam setiap aktifitasku
Engkau yang selalu menemaniku setiap hari, walau hanya lewat sms
Engkau yang selalu ada ketika aku sedang bahagia maupun terpuruk
Engkau yang selalu menyemangatiku tanpa lelah
Engkau yang selalu membuat seulas senyum di wajah ini
Engkau yang selalu mengingatkanku untuk hidup sederhana
Engkau yang selalu menungguku sampai aku benar-benar siap
Engkau yang selalu mendoakanku (mungkin)
Engkau yang selalu menyayangiku
Dan engkau yang selalu berkeinginan untuk membuatku berada di singgasana kerajaanmu.
Begitu besar rasa yang kau miliki itu, hingga aku tak tahu bagaimana bisa membalas semuanya.

Saat ini, aku sangat bersyukur bisa disayangi oleh orang sepertimu.
Rasa sayang yang tulus timbul dari dalam hatimu.
Terima kasih atas anugerah yang indah ini.
Inilah pertama kalinya aku bisa merasakan kasih sayang yang begitu dalam dari seorang pria.
Memang dari dulu aku punya banyak teman pria, tetapi mereka semua itu hanyalah pria yang aku anggap sebagai kakak, abang, mas, adik, teman, dan sahabat. Dan kau pun juga termasuk dalam kategori mereka. Namun saat ini kau berbeda dengan kau 2 tahun yang lalu.
Kata-katamu benar mblii, jalani saja apa yang ada. Kalau memang kita ditakdirkan untuk membangun mimpi2 itu bersama-sama, pasti akan ada jalan. Tetapi jika Sang Khaliq berkata lain, aku yakin Dia memiliki rencana yang lebih baik lagi.
Tetaplah tersenyum untuk orang-orang yang menyayangimu dan orang-orang yang kau sayangi.
Dunia ini membutuhkan semangatmu yang begitu membara.
Bask. Suatu ungkapan yang belum kau ketahui maknanya. :)

Minggu, 26 Januari 2014

Hanya Kata-kata

Pertama-tama dalam melakukan perjalanan, tentukan dulu kemana arah tujuanmu. Lalu ketika kau mengambil langkah pertama, lakukan terus sampai langkahmu selesai tanpa menyerah.

Jangan berfokus pada dari mana kau berangkat, tapi berfokuslah pada tujuan kemana kau akan pergi. Orang-orang selalu berfikir dari mana mereka berasal, tanpa pernah berfikir kemana mereka akan pergi.

Rasa memiliki batasnya sendiri. dalam ukuran tertentu ia bisa menjadi enak, tetapi dalam ukuran yang lain ia bisa menjadi sangat tidak enak.

Mendengar adalah bukan tentang menangkap suara-suara di telingamu, lebih dari itu. Mendengar adalah menangkap sesuatu - di balik suara - sesuatu yang kadang-kadang tidak bisa benar-benar ditangkap oleh mereka yang mampu mendengar suara secara sempurna.
Sedang, mendengarkan adalah tingkat selanjutnya dari mendengar. Mendengarkan adalah menangkap makna & cinta dari balik suara-suara secara intens & penuh penghayatan.

Tak semua jalan yang terlihat akan membawamu pada jalan yang benar. Kadang jalan yang benar adalah jalan yang tak terlihat oleh matamu. Jangan biarkan matamu yang memutuskan kemana kau ingin pergi. Penampakan adalah kilasan dari yang tidak jelas.

Keindahan bukanlah yang kau dengar atau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan, jauh sampai ke dalam hati.

Kebohongan justru lebih buruk daripada kebencian, meskipun kadang kelihatannya bagus.

Jeda membuat kita melihat ke dalam diri kita sendiri.

Memberi adalah mendapatkan yang lebih.

Matikan matamu, nyalakan hatimu.

1 detik di Alam Rahim = 1 menit di Alam Dunia.

(Sumber : Rahim)





Jumat, 10 Januari 2014

TUM HI HO -- Aditya Roy Kapoor & Shraddha Kapoor

Hum tere bin ab reh nahin sakte
- Sekarang aku tidak dapat hidup tanpamu
Tere bina kyaa vajood meraa
- Apalah arti keberadaanku tanpamu
Tujh se judaa gar ho jaayenge
- Jika aku terpisah darimu
To khud se hi ho jaayenge judaa
- Aku akan meninggalkan diriku sendiri
Kyonki tum hi ho
- Karena hanya kamu
Ab tum hi ho
- Sekarang hanya kamu
Zindagi, ab tum hi ho
- Kau hidupku sekarang
Chain bhi, meraa dard bhi
- Ketenanganku juga rasa sakitku
Meri aashiqui ab tum hi ho
- Cintaku sekarang adalah dirimu


Teraa meraa rishtaa hai kaisaa
- Bagaimana hubungan kita ini
Ik pal door gawaaraa nahi
- Aku tidak bisa jauh darimu walau untuk sesaat
Tere liye har roz hain jeete
- Setiap hari aku bertahan hidup untukmu
Tujh ko diyaa meraa waqt sabhi
- Semua waktuku hanya untukmu
Koi lamhaa meraa naa ho tere binaa
- Tidak ada waktuku tanpamu
Har saans pe naam teraa
- Namamu ada di setiap hembusan nafasku
Kyonki tum hi ho
- Karena hanya kamu
Ab tum hi ho
- Sekarang hanya kamu
Zindagi, ab tum hi ho
- Kau hidupku sekarang
Chain bhi, meraa dard bhi
- Ketenanganku juga rasa sakitku
Meri aashiqui ab tum hi ho
- Cintaku sekarang adalah dirimu


Tum Hi Ho
- Dirimu
Tum Hi Ho
- Dirimu


Tere liye he jiya mein
- Hidupku hanya untukmu
Khud ko jo yun de diya hai
- Aku telah memberikan hidupku untukmu
Teri wafa ne mujko sambhala
- Kesetiaanmu telah menjagaku
Saare ghamo ko dil se nikala
- Dan menghapus semua kesedihan hatiku
Tere saath mera hai naseeb judaa
- Bersamamu nasibku terjalin
Tujhe paa ke adhoora naa raha
- Setelah mendapatkanmu hidupku terasa sempurna
Kyonki tum hi ho
- Karena hanya kamu
Ab tum hi ho
- Sekarang hanya kamu
Zindagi, ab tum hi ho
- Kau hidupku sekarang
Chain bhi, meraa dard bhi
- Ketenanganku juga rasa sakitku
Meri aashiqui ab tum hi ho
- Cintaku sekarang adalah dirimu